|
Ditulis Oleh musyaffa' mu'in
|
|
SESEORANG dari bani Sulaim menangkap seekor biawak & menaruhnya di kantong. Saat ia melihat sekelompok orang, ia pun bertanya; “Ada apa ini?” mereka menjawab; “Inilah orang yang disebut-sebut sebagai nabi.” Setelah mendekat, ia berkata; “Demi Lata dan Uzza, tak ada perempuan yang mengandung orang yang punya omongan yang lebih kubenci daripada kau. Seandainya kaumku tidak menyebutku sebagai “tukang buru-buru” pasti aku segera menyiksa dan membunuhmu, sehingga aku bisa membuat senang orang kulit hitam, merah, putih, dan lain-lain karena membunuhmu.”
Seketika itu, Umar Ibn Khotthob RA berkata; “Wahai Rasulullah, biarkan aku membunuhnya.” Beliau bersabda; “Wahai Umar, tidakkah kau tahu bahwa orang yang lemah lembut itu nyaris menjadi nabi?”.
Beliau pun maju ke hadapan orang badui itu & berkata; “Kenapa kamu berkata demikian? Kamu berkata tidak benar & tidak menghormatiku di majlisku. Kamu juga bicara kepadaku dgn merendahkan utusan Allah.” Maka orang badui itu berkata; “Demi Lata dan Uzza, aku tidak beriman kepadamu kecuali bila biawak ini beriman kepadamu.” Lalu ia mengeluarkan biawak dari kantongnya & melemparnya ke hadapan Rasulullah SAW.
Maka Rasulullah berkata; “Hai biawak!” Biawak itu menjawab dgn bahasa yang jelas dan didengar oleh semua orang; “Labbaik wa sa’daik…”
Rasulullah melanjutkan; “Siapa yang kau sembah?” Ia menjawab; “Tuhan yang arasy-Nya di langit, kekuasaan-Nya di bumi, jalan-Nya di laut, Rahmat-Nya di surga, dan hukuman-Nya di neraka.” Rasulullah bertanya lagi; “Lalu siapa aku?” Biawak menjawab; “Utusan Tuhan semesta alam, penutup para nabi. Bahagialah orang yang membenarkanmu & merugilah orang yang mendustakanmu.”
Badui itu pun berkata; “Aku tidak akan mengikuti jejak siapa pun setelah peristiwa ini. Demi Allah, tidak ada orang di muka bumi ini yang kubenci daripada kau. Tapi hari ini kau lebih kucintai daripada kedua orang tuaku, mataku, dan diriku sendiri. Aku benar-benar mencintaimu dgn sisi dalam-ku, sisi luar-ku, rahasia-ku, dan keterangan-keterangan-ku. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan kau adalah utusan Allah.”
Maka Rasulullah SAW bersabda; “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukimu sebab diriku. Sesungguhnya agama ini unggul & tidak bisa diungguli, tidak diterima kecuali dgn shalat, dan shalat tidak diterima kecuali dgn Al Qur’an.” Orang badui itu berkata; “Ajarilah aku!” Lalu Rasulullah mengajarinya surat Al Ikhlash. Lalu orang itu berkata; “Tambahkan padaku. Aku tidak pernah mendengar dalam syair basith atau rajaz, sesuatu yang lebih indah dari ini.”
Maka Rasulullah bersabda; “Hai orang badui, ini adalah Kalam Allah, bukan syair. Apabila kamu membaca; Qul huwallahu ahad…, maka kamu mendapat pahala spt pahala orang yang membaca 1/3 Al Qur’an. Bila kamu membacanya dua kali, maka kamu mendapat pahala spt pahala orang yang membaca 2/3 Al Qur’an. Dan bila kamu membacanya tiga kali, maka kamu mendapat pahala spt pahala orang yang membaca Al Qur’an seluruhnya.”
Badui itu pun berkata; “Sebaik-baik tuhan adalah Tuhan yang menerima sedikit & memberi banyak.” Lalu Rasulullah bertanya; “Kamu punya harta?” Ia menjawab; “Di antara Bani Sulaim tidak ada yang lebih fakir daripada aku.” Maka Rasulullah berkata kepada para shahabat; “Berilah dia!” Lalu mereka memberinya hingga berlebihan.
Lalu Abdurrahman Ibn Auf RA berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, aku punya seekor unta yang dihadiahkan kepadaku pada hari Tabuk. Aku jadikan untuk taqarrub kpd Allah, dan aku ingin serahkan kpd orang badui itu.”
Maka Rasulullah SAW bersabda; “Kau telah menggambarkan untamu. Apakah aku perlu menggambarkan apa yang kau punya di sisi Allah pada hari kiamat?” Ia menjawab; “Ya.” Rasulullah bersabda; “Kau punya seperti unta dari mutiara yang berkilau, kaki-kakinya dari batu mulia berwarna biru, lehernya terbuat dari batu mulia berwarna kuning, di atasnya ada sekedup, di atas sekedup ada beludru sutra halus dan beludru sutra kasar, ia membawamu di jalan seperti petir menyambar, dan membuat setiap orang di hari kiamat cemburu kepadamu.” Maka Abdurrahman Ibn Auf berkata; “Aku ridha.”
Lalu orang badui itu keluar dan bertemu dengan seribu orang badui dari Bani Sulaim yang menunggang kuda, menghunus pedang & panah. Ia berkata kepada mereka; “Ingin pergi kemana kalian?” Mereka menjawab; “Kami ingin membunuh orang yang membodoh-bodohkan tuhan-tuhan kami.” Lalu ia berkata; “Jangan lakukan. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah.” Lalu ia menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada mereka, dan mereka semua berkata; “Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”
Kemudian mereka masuk dan Rasulullah SAW menyambut mereka. Lalu mereka turun dari kuda tunggangan mereka dan menciumi Nabi sambil berkata; “Tiada tuhan selain Allah, Muhammad Rasulullah.” Kemudian mereka berkata; “Wahai Rasulullah, perintahkan kami!” Rasulullah SAW bersabda; “Beradalah kalian di bawah bendera Khalid Ibn Walid.” Tidak ada orang arab atau selainnya yang masuk Islam sekaligus seribu orang selain mereka. -Dalaail Nubuwwah-
|
|
Ditulis Oleh sartono
|
Sudah sejak tahun lalu panitia Islamic Book Fair (IBF) memberikan kesempatan kepada siswa-siswi SMP Islam Terpadu IQRO’ untuk menjadi salah satu pengisi acara di panggung utama IBF.
Acara yang juga diisi dengan dialog pendidkan serta bedah buku Islam itu memang telah menjadi salah satu agenda resmi yang diselenggarakan oleh panitia Islamic Book Fair 2011, disamping membedah tentang dunia pendidikan dan peranannya bagi perubahan masyarakat.
Acara yang mendapat sambutan begitu meriah dari para pengunjung IBF 2011 itu juga memberikan kesempatan kepada pelaku dunia pendidikan untuk tampil dalam sesi hiburan, seperti juga tahun sebelumnya SMPIT IQRO’ menampilkan Tim Nasyid yang menyuguhkan dua lagu terbaiknya. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 9 Maret 2011 itu juga menampilkan Group Tari Saman dari SDIT IQRO’.
“SMPIT IQRO’ menyambut positif kesempatan untuk tampil di momen sebesar Islamic Book Fair, walaupun hanya sekedar pengisi acara hiburan. Disamping menguji keberanian dan kemampuan siswa untuk tampil dimuka publik, momen tampil di IBF dapat kita jadikan juga sebagai ajang promosi sekolah kita kepada masyarakat.” Ujar koordinator rombongan SMPIT IQRO’ ke IBF. Ustadz Priono, Senin (8/3) Ia mengatakan hal ini pada latihan terakhir tim nasyid di SMPIT IQRO’.
Disamping hiburan yang diisi oleh Tim Nasyid dari SMPIT IQRO’ dan Tari Saman dari SDIT IQRO’ acara yang menggunakan panggung utama IBF itu juga menghadirkan DR. Mardani Ali Sera (Anggota Dewan Pengawas Yayasan Islamic Center IQRO’) dan Ustadzah Yoyoh Yusroh dalam diskusi tentang peranan dunia pendidkan Islam.
Untuk IBF 2011 tim nasyid SMPIT IQRO’ tampil dengan wajah-wajah baru. Tim Nayid yang terdiri dari Firza Aminullah, Faturrahman Zuhdi, Hammam Sulaiman, Muhammad Numair, Muhammad Rosul, Widaan Mukhallad, M Arief Widyan dan Hafis Najmuddin merupakan siswa kelas 8. Tim Nasyid yang dilatih oleh Pak Fauzi merupakan tim nasyid baru yang di siapkan khusus untuk tampil di IBF 2011, dan hasilnya lumayan bagus walaupun dengan persiapan yang terbatas “ Alhamdulillah anak-anak tampil bagus dan penuh percaya diri, tahun ini kita tampil lebih baik dari pada tahun lalu.” Ungkap Pak Fauzi dengan penuh rasa bangga. Ungkapan senada juga di sampaikan oleh Ibu Diah yang menilai bahwa performance tim nasyid SMPIT IQRO’ jauh labih baik dari tahun sebelumnya.
Dengan seragam batik lengan pendek berwarna coklat dipadu dengan celana panjang berwarna hitam tim nasyid SMPIT IQRO’ yang bernama SUARA NUSANTARA tampil dengan tanpa sedikitpun rasa grogi, hal inilah yang menurut Pak Fauzi menjadi awal yang sangat baik sehingga anak-anak bisa tampil maksimal dalam menyanyikan lagu MARS SMPIT IQRO’ dan MUJAHID dari group nasyid Snada. “Alhamdulillah akhirnya kita bisa tampil juga, mudah-mudahan tahun depan panitia IBF mengundang kita lagi, jadi kita bisa tampil lagi.” Demikian harapan dari Fatur salah seorang personil Tim Nasyid SMPIT IQRO’ dengan penuh percaya diri.
Semoga semangat yang di tunjukan oleh Tim Nasyid SMPIT IQRO’ tahun 2011 ini dapat menjadi pemompa semangat bagi siswa lain untuk dapat tampil menjadi yang terbaik. Wallahu a’lam bishawab.
|
|
Ditulis Oleh vera
|
Alhamdulillah seiring bertambahnya waktu sudah mulai banyak sekolah atau instasi pemerintah dan swasta yang mengadakan kompetisi/perlombaan/olimpiade buat murid-murid SD dan kami yakin salah satu perangsangnya adalah kompetisi yang diadakan oleh SDU IQRO’.
Pada tahun ajaran 2009/2010 lalu SDU IQRO’ menjuarai beberapa kompetisi setingkat kecamatan dan kabupaten. Diantaranya adalah
a. Juara I dan II ajang pencarian bakat Idola Cilik dalam Gebyar Akbar Yamaha, Gebi Firman Kholik dan Neiza Ulfani
b. Lomba bidang studi sains tingkat Kabupaten dengan juara III, M Raziq Aulia
c. Lomba bisang study matematika tingkat Kabupaten dengan juara dua, Hidayati Pasaribu,
d. Lomba cerdas cermat tingkat Kabupaten dengan juara IV
e. Lomba mewarnai dengan tema lingkungan dengan juara III, Azri
f. Lomba menggambar tingat SD sederajat dengan juara II, Mustafa Aqmal S.
Ditahun ajaran ini murid-murid SDU diagendakan akan mengikuti perlombaan-perlombaan setingkat Kabupaten diantaranya adalah lomba PASIAD Matematika di SMP YPPU. Perlombaan ini dikuti oleh 225 peserta dari berbagai sekolah dasar yang ada di Pidie, tersaring 21 peserta masuk semifinal, 3 diantaranya murid-murid SDU mereka adalah M. Abrar, Tasya Safira dan M. Luthfi. Proses kompetisi sedang berlangsung, pada akhir Maret ini akan diumumkan siapa juaranya.
Selain itu perlombaan sains ”Majalah KUARK” yang diadakan di Banda Aceh, SDU IQRO’ Sigli juga mengirimkan muridnya, Annisa Mardhatillah dalam kompetisi tersebut.
Jika murid-murid yang mewakili SDU IQRO’ tersebut menang, mereka akan mewakili Kabupaten Pidie untuk berkompetisi ditingkat Provinsi dan terus ke tingkat Nasional. Inilah kompetisi yang membuat SDU IQRO’ Sigli menasional.
Educational Field Trip (Kantor Pemerintahan Pidie)
Hari sabtu tanggal 26 Februari 2011, kelas VI yang terdiri dari VIA, VIB, VIC & VID mengadakan Educational Field Trip (EFT) ke beberapa kantor pemerintahan pidie dalam rangka pembelajaran sistem pemerintahan yang ada dalam mata pelajaran PPKN.
Dalam pelaksanaannya Kelas VI ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok pertama mengunjungi kantor KIP Pidie, disini teman–teman kecil kita banyak mendapat ilmu, ilmu bagaimana sebenarnya KIP ini beroperasi dan sebagainya.
Kelompok kedua (eksekutif) mengunjungi kantor Bupati Kab. Pidie. Para murid sudah ditunggu oleh para pejabat teras Bupati, dan siap memberikan ilmunya kepada murid-murid, setelah ada arahan dari para pejabat bupati tentang tanggung jawab, wewenang dan bagaimana kantor pemerintahan bupati ini beroperasi, sesi tanya jawabpun berlangsung, mereka banyak menanyakan seputar kinerja yang ada di pemerintahan bupati, luar biasa dan menyenangkan tentunya.
Disela-sela pertanyaan giliran Bapak Wakil Bupati menanyakan tentang pendapat para murid tentang pengatahuannya seputar pemerintahan setingkat bupati.
Bapak Wakil Bupati pun menyampaikan kesan dan harapannya kepada SDU, “Kami sangat berterima kasih kepada Indosat dan para guru di SDU IQRO’ Sigli. Karena kehadirannya membuat Kota Sigli pada khusunya dan Kab.Pidie pada umumnya mempunyai sekolah yang berkualitas secara akademis dan juga ruhaninya, saya selaku Wakil Bupati Pidie tidak ada keraguan sedikitpun untuk menyekolahkan anaka saya di SDU. Kini anak saya sudah bersekolah di SDU. Besar harapan kami Yayasan Islamic Center IQRO’ selaku Yayasan yang membidani lahirnya SDU bisa membangun sekolah lanjutannya setingkat SMP dan SMA.”
Terakhir kelompok Yudikatif yang mengunjungi kantor DPRK Kab. Pidie. Alhamdulillah akhirnya anak-anak dapat mengerti walaupun sedikit tentang tata pemerintahan di kab. Pidie.
|
|