Statistik Pengunjung

Anda Pengunjung ke
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini29
mod_vvisit_counterKemarin179
mod_vvisit_counterMinggu Ini530
mod_vvisit_counterBulan Ini4294
mod_vvisit_counterSelama ini57664
Terima Kasih atas Kunjungannya

Chatting dengan kami :

OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.
Sekolah Terpadu = Sekolah Karakter PDF Cetak E-mail
ALHAMDULILLAH pada tanggal 30 september lalu, telah berlangsung acara silaturahim antara lembaga pendidikan dengan forum komunikasi keluarga dan sekolah (FKKS) khususnya SDIT IQRO’, dimana Ust. H. Muhit Muhammad Ishaq menyampaikan taujih dan mengingatkan kembali tentang cita-cita awal pendirian sekolah terpadu IQRO’.

IQRO’, sebagai salah satu pelopor sekolah terpadu di Indonesia, bersama dengan Nurul Fikri (Depok), Al-Hikmah dan Al-Khoirot (Jakarta) mengedepankan konsep pendidikan yang ingin menanamkan nilai-nilai keislaman dan keunggulan para peserta didiknya dengan mempunyai karakter yang menjadi outcome dari konsep pendidikan sekolah terpadu.
Sejak awal berdirinya sekolah terpadu diawal tahun sembilan puluhan, hingga saat ini telah mengalami banyak pengayaan dalam konsep, metode dan strategi pembelajarannya namun tetap berpegang teguh pada muashofat atau profil lulusan sekolah terpadu sebagai inti dari pendidikan terpadu itu sendiri. Student profile, atau profile anak didik didalam lembaga pendidikan Yayasan IQRO’ adalah para buah hati yang kami harapkan dan kami bimbing untuk memiliki karakter sebagai berikut:
1.Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih),  2.Shohihul Ibadah (Ibadah yang benar),  3.Mati’nul Khuluq (Berakhlaq yang kokoh),  4.Qowiyul Jismi (Berbadan sehat/kuat), 5.Mutsaqoful Fikr (Pemikiran yang berwawasan),  6.Qodirun ala Kasbi  (Mampu berusaha/Mandiri),  7.Munazam fi Su’uni (Rapih dalam segala urusan), 8.Haritsun ala Waqtihi (Disiplin dalam waktu),  9.Mujahidun Linafsih (Bersemangat tinggi) 10. Naafi’un Lighoirihi (Berkontribusi)
Sekolah terpadu IQRO’ adalah salah satu bentuk nyata buah fikir dari para pendiri Yayasan IQRO’ yang ingin berada didepan dalam menjawab tantangan zaman dengan seribu macam persoalan dalam dunia pendidikan kita, yaitu anak-anak yang mempunyai karakter yang kuat seperti diatas.
Secara ringkas apa yang disampaikan oleh Ust Muhit dalam upaya pembentukan karakter anak-anak sekolah terpadu adalah: 
 
1. Menumbuhkan rasa cinta kebaikan; anak-anak yang melakukan kesalahan bukan dengan cara diberikan hukuman tetapi bagimana kita menunjukan apa yang baiknya dilakukan sebagaimana saat seorang sahabat Rosul bercanda dalam shalat, kawannya memarahi tapi Rosul menjelaskan bahwa shalat itu adalah komunikasi antara hamba dengan Allah dengan cara yang baik sehingga sahabat tersebut mengatakan bahwa tidak ada guru yang sebaik beliau dalam menanamkan rasa cinta akan kebaikan. 
 
2. Menumbuhkan keteladan akhlaq; guru berperan aktif dalam memberikan keteladan baik akhlaq maupun sikap untuk dicontoh oleh muridnya sehingga dikatakan guru adalah al-qudwah fii tarbiyyah. 
 
3. Menumbuhkan adab-adab islam; banyak sekali adab dalam Islam yang hendaknya ditumbuhkan pada diri anak, semisalnya adalah makan, dimulai dan diakhiri dengan doa, menggunakan tangan kanan, membiasakan untuk makan bersama menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan, dan banyak lagi adab lain yang secara sederhana terapilikasikan untuk menjadi pembiasaan yang positif dalam nilai-nilai pembelajaran disekolah.
 
4. Menumbuhkan cinta ilmu; kecintaan kepada ilmu ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar mereka mempunyai wawasan yang luas, ditunjang dengan rangkaian kegiatan seperti kunjungan edukasi dan pengenalan lingkungan serta rihlah dan penyediaan buku-buku menjadi sumber akan keilmuan bagi anak-anak kita. 
 
5. Menumbuhkan perhatian terhadap pertumbuhan fisiknya; olah raga dan kesehatan menjadi perhatian dalam pendidikan kita, sebagaimana hadits Nabi: “muslim yang kuat lebih dicintai dari pada yang lemah”, pendekatan pengajaran kepada anak untuk mengenal dan memperhatikan pertumbuhan fisiknya dan ditunjang dengan kegiatan olah raga yang mendukung menjadi bagian pendidikan yang tidak terpisahkan.
 
Semoga kami dapat terus melakukan evaluasi dan pengayaan dalam mengimplementasikan muwashofat di lembaga pendidikan IQRO’. 

Komentar (0) >>
Tulis Komentar
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
busy
 
Berikutnya >