| MENGAJAK ANAK BERANI MENGHADAPI TANTANGAN |
|
|
|
|
MENGAJAK ANAK BERANI MENGHADAPI TANTANGAN Anak bagaikan mutiara bagi ibunya. Tak dapat dipungkiri bahwa ibu akan senantiasa menyayangi buah hatinya. Tapi, bagaimana seharusnya ibu menunjukkan kasih sayang kepada anaknya? Haruskah anak berada di zona aman bersama ibaunya? Jika ya, akankah ia dapat dengan sukses menghadapi tantangan dalam hidupnya kelak karena tak selamanya anak berada dalam pangkuan ibunya? Ada orang tua yang sudah mempersiapkan anak-anaknya untuk bisa mandiri dari kecil sehingga mereka siap untuk menghadapi tantangan. Tapi tak sedikit orang tua yang cenderung memberikan proteksi yang berlebih kepada anaknya.
MENGAJAK ANAK BERANI MENGHADAPI TANTANGAN Anak bagaikan mutiara bagi ibunya. Tak dapat dipungkiri bahwa ibu akan senantiasa menyayangi buah hatinya. Tapi, bagaimana seharusnya ibu menunjukkan kasih sayang kepada anaknya? Haruskah anak berada di zona aman bersama ibaunya? Jika ya, akankah ia dapat dengan sukses menghadapi tantangan dalam hidupnya kelak karena tak selamanya anak berada dalam pangkuan ibunya?
Ada orang tua yang sudah mempersiapkan anak-anaknya untuk bisa mandiri dari kecil sehingga mereka siap untuk menghadapi tantangan. Tapi tak sedikit orang tua yang cenderung memberikan proteksi yang berlebih kepada anaknya.
Semakin dini anak disiapkan menghadapi tantangan, maka ia akan semakin siap. SDIT IQRO’ berusaha mengajak anak untuk menghadapi tantangan melalui kegiatan outbond, AMT (Achievement Motivation Training), dan berbagai jenis perlombaan pada bulan bahasa, perpustakaan SDIT IQRO’ 2010.
Kamis 25 Nopember 2010 lalu, murid-murid kelas 1 mengikuti kegiatan outbond yang diadakan di arena outbond Kandank Jurank Doank, Ciputat. Outbond ini ditujukan untuk menumbuhkan self confidence, self independence dan self discipline melalui berbagai tantangan mulai dari flying fox, tangga monyet, perahu kampret, menanam padi dan berbagai jenis games.
Banyak anak yang antusias dengan kegiatan ini karena mereka jarang sekali melakukan kegiatan alam terbuka seperti ini. Mereka tak ragu-ragu untuk terkena lumpur ketika menanam padi dan basah-basahan ketika menangkap ikan. Lebih serunya lagi mereka boleh membawa pulang ikan tangkapannya.
Tantangan yang dihadapi kelas satu tersebut tentu berbeda dengan yang akan dihadapi oleh kelas enam. Mereka harus dipersiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi UASBN. Untuk itu sekolah mengadakan AMT. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 27 s.d. 28 Nopember 2010, di Pesantren Al-Hikmah Rancamaya, Bogor. Serangkaian kegiatan telah mereka ikuti. Mulai dari training motivasi, muhasabah, outbond dan kegiatan lainnya.
Sebelumnya selama bulan oktober, murid-murid SDIT IQRO’ sudah menghadapi tantangan untuk menunjukkan bakat mereka di bidang bahasa melalui perlombaan menulis cerpen, resensi, komik dan dongeng. Banyak anak yang berminat dalam kegiatan ini, mulai dari kelas satu hingga kelas enam. Ada 55 peserta lomba menulis cerpen, 34 peserta lomba dongeng, 12 peserta lomba komik, dan 5 peserta menulis resensi.
Pengumuman lomba diatas dilakukan pada awal bulan Nopember bersamaan dengan diadakannya temu penulis cilik KKPK, Dini Larasati dari penerbit MIZAN. Acara berlangsung seru karena besar sekali minat anak-anak untuk menjadi penulis cilik dan berhasil menerbitkan karya mereka.
Dari serangkaian kegiatan diatas, sekolah berharap agar tujuan untuk menumbuhkan self confidence, self independence, self discipline dan self esteem bagi murid-murid dapat tercapai, sehingga murid-murid dapat belajar menghadapi tantangan sejak dini, yang akan menjadikan motivasi bagi mereka untuk siap menghadapi hidupnya kelak. (Ans) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












