Statistik Pengunjung

Anda Pengunjung ke
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini54
mod_vvisit_counterKemarin112
mod_vvisit_counterMinggu Ini761
mod_vvisit_counterBulan Ini1073
mod_vvisit_counterSelama ini66999
Terima Kasih atas Kunjungannya

Chatting dengan kami :

OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.
Biawak pun Bersaksi atas Kerasulan Muhammad PDF Cetak E-mail

SESEORANG dari bani Sulaim menangkap seekor biawak & menaruhnya di kantong. Saat ia melihat sekelompok orang, ia pun bertanya; “Ada apa ini?” mereka menjawab; “Inilah orang yang disebut-sebut sebagai nabi.” Setelah mendekat, ia berkata; “Demi Lata dan Uzza, tak ada perempuan yang mengandung orang yang punya omongan yang lebih kubenci daripada kau. Seandainya kaumku tidak menyebutku sebagai “tukang buru-buru” pasti aku segera menyiksa dan membunuhmu, sehingga aku bisa membuat senang orang kulit hitam, merah, putih, dan lain-lain karena membunuhmu.”


Seketika itu, Umar Ibn Khotthob RA berkata; “Wahai Rasulullah, biarkan aku membunuhnya.” Beliau bersabda; “Wahai Umar, tidakkah kau tahu bahwa orang yang lemah lembut itu nyaris menjadi nabi?”.
Beliau pun maju ke hadapan orang badui itu & berkata; “Kenapa kamu berkata demikian? Kamu berkata tidak benar & tidak menghormatiku di majlisku. Kamu juga bicara kepadaku dgn merendahkan utusan Allah.” Maka orang badui itu berkata; “Demi Lata dan Uzza, aku tidak beriman kepadamu kecuali bila biawak ini beriman kepadamu.” Lalu ia mengeluarkan biawak dari kantongnya & melemparnya ke hadapan Rasulullah SAW.

Maka Rasulullah berkata; “Hai biawak!” Biawak itu menjawab dgn bahasa yang jelas dan didengar oleh semua orang; “Labbaik wa sa’daik…”
Rasulullah melanjutkan; “Siapa yang kau sembah?” Ia menjawab; “Tuhan yang arasy-Nya di langit, kekuasaan-Nya di bumi, jalan-Nya di laut, Rahmat-Nya di surga, dan hukuman-Nya di neraka.” Rasulullah bertanya lagi; “Lalu siapa aku?” Biawak menjawab; “Utusan Tuhan semesta alam, penutup para nabi. Bahagialah orang yang membenarkanmu & merugilah orang yang mendustakanmu.”
Badui itu pun berkata; “Aku tidak akan mengikuti jejak siapa pun setelah peristiwa ini. Demi Allah, tidak ada orang di muka bumi ini yang kubenci daripada kau. Tapi hari ini kau lebih kucintai daripada kedua orang tuaku, mataku, dan diriku sendiri. Aku benar-benar mencintaimu dgn sisi dalam-ku, sisi luar-ku, rahasia-ku, dan keterangan-keterangan-ku. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan kau adalah utusan Allah.”

Maka Rasulullah SAW bersabda; “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukimu sebab diriku. Sesungguhnya agama ini unggul & tidak bisa diungguli, tidak diterima kecuali dgn shalat, dan shalat tidak diterima kecuali dgn Al Qur’an.” Orang badui itu berkata; “Ajarilah aku!” Lalu Rasulullah mengajarinya surat Al Ikhlash. Lalu orang itu berkata; “Tambahkan padaku. Aku tidak pernah mendengar dalam syair basith atau rajaz, sesuatu yang lebih indah dari ini.”
Maka Rasulullah bersabda; “Hai orang badui, ini adalah Kalam Allah, bukan syair. Apabila kamu membaca; Qul huwallahu ahad…, maka kamu mendapat pahala spt pahala orang yang membaca 1/3 Al Qur’an. Bila kamu membacanya dua kali, maka kamu mendapat pahala spt pahala orang yang membaca 2/3 Al Qur’an. Dan bila kamu membacanya tiga kali, maka kamu mendapat pahala spt pahala orang yang membaca Al Qur’an seluruhnya.”

Badui itu pun berkata; “Sebaik-baik tuhan adalah Tuhan yang menerima sedikit & memberi banyak.” Lalu Rasulullah bertanya; “Kamu punya harta?” Ia menjawab; “Di antara Bani Sulaim tidak ada yang lebih fakir daripada aku.” Maka Rasulullah berkata kepada para shahabat; “Berilah dia!” Lalu mereka memberinya hingga berlebihan.
Lalu Abdurrahman Ibn Auf RA berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, aku punya seekor unta yang dihadiahkan kepadaku pada hari Tabuk. Aku jadikan untuk taqarrub kpd Allah, dan aku ingin serahkan kpd orang badui itu.”

Maka Rasulullah SAW bersabda; “Kau telah menggambarkan untamu. Apakah aku perlu menggambarkan apa yang kau punya di sisi Allah pada hari kiamat?” Ia menjawab; “Ya.” Rasulullah bersabda; “Kau punya seperti unta dari mutiara yang berkilau, kaki-kakinya dari batu mulia berwarna biru, lehernya terbuat dari batu mulia berwarna kuning, di atasnya ada sekedup, di atas sekedup ada beludru sutra halus dan beludru sutra kasar, ia membawamu di jalan seperti petir menyambar, dan membuat setiap orang di hari kiamat cemburu kepadamu.” Maka Abdurrahman Ibn Auf berkata; “Aku ridha.”

Lalu orang badui itu keluar dan bertemu dengan seribu orang badui dari Bani Sulaim yang menunggang kuda, menghunus pedang & panah. Ia berkata kepada mereka; “Ingin pergi kemana kalian?” Mereka menjawab; “Kami ingin membunuh orang yang membodoh-bodohkan tuhan-tuhan kami.” Lalu ia berkata; “Jangan lakukan. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah.” Lalu ia menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada mereka, dan mereka semua berkata; “Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”
Kemudian mereka masuk dan Rasulullah SAW menyambut mereka. Lalu mereka turun dari kuda tunggangan mereka dan menciumi Nabi sambil berkata; “Tiada tuhan selain Allah, Muhammad Rasulullah.” Kemudian mereka berkata; “Wahai Rasulullah, perintahkan kami!” Rasulullah SAW bersabda; “Beradalah kalian di bawah bendera Khalid Ibn Walid.”  Tidak ada orang arab atau selainnya yang masuk Islam sekaligus seribu orang selain mereka.   -Dalaail Nubuwwah-
     

Komentar (0) >>
Tulis Komentar
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >