| Biawak pun Bersaksi atas Kerasulan Muhammad |
|
|
|
|
SESEORANG dari bani Sulaim menangkap seekor biawak & menaruhnya di kantong. Saat ia melihat sekelompok orang, ia pun bertanya; “Ada apa ini?” mereka menjawab; “Inilah orang yang disebut-sebut sebagai nabi.” Setelah mendekat, ia berkata; “Demi Lata dan Uzza, tak ada perempuan yang mengandung orang yang punya omongan yang lebih kubenci daripada kau. Seandainya kaumku tidak menyebutku sebagai “tukang buru-buru” pasti aku segera menyiksa dan membunuhmu, sehingga aku bisa membuat senang orang kulit hitam, merah, putih, dan lain-lain karena membunuhmu.”
Maka Rasulullah berkata; “Hai biawak!” Biawak itu menjawab dgn bahasa yang jelas dan didengar oleh semua orang; “Labbaik wa sa’daik…”
Maka Rasulullah SAW bersabda; “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukimu sebab diriku. Sesungguhnya agama ini unggul & tidak bisa diungguli, tidak diterima kecuali dgn shalat, dan shalat tidak diterima kecuali dgn Al Qur’an.” Orang badui itu berkata; “Ajarilah aku!” Lalu Rasulullah mengajarinya surat Al Ikhlash. Lalu orang itu berkata; “Tambahkan padaku. Aku tidak pernah mendengar dalam syair basith atau rajaz, sesuatu yang lebih indah dari ini.”
Badui itu pun berkata; “Sebaik-baik tuhan adalah Tuhan yang menerima sedikit & memberi banyak.” Lalu Rasulullah bertanya; “Kamu punya harta?” Ia menjawab; “Di antara Bani Sulaim tidak ada yang lebih fakir daripada aku.” Maka Rasulullah berkata kepada para shahabat; “Berilah dia!” Lalu mereka memberinya hingga berlebihan. Maka Rasulullah SAW bersabda; “Kau telah menggambarkan untamu. Apakah aku perlu menggambarkan apa yang kau punya di sisi Allah pada hari kiamat?” Ia menjawab; “Ya.” Rasulullah bersabda; “Kau punya seperti unta dari mutiara yang berkilau, kaki-kakinya dari batu mulia berwarna biru, lehernya terbuat dari batu mulia berwarna kuning, di atasnya ada sekedup, di atas sekedup ada beludru sutra halus dan beludru sutra kasar, ia membawamu di jalan seperti petir menyambar, dan membuat setiap orang di hari kiamat cemburu kepadamu.” Maka Abdurrahman Ibn Auf berkata; “Aku ridha.”
Lalu orang badui itu keluar dan bertemu dengan seribu orang badui dari Bani Sulaim yang menunggang kuda, menghunus pedang & panah. Ia berkata kepada mereka; “Ingin pergi kemana kalian?” Mereka menjawab; “Kami ingin membunuh orang yang membodoh-bodohkan tuhan-tuhan kami.” Lalu ia berkata; “Jangan lakukan. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah.” Lalu ia menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada mereka, dan mereka semua berkata; “Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.” |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|











